Fenomena aliran sesat yang marak belakangan ini (Oktober 2007) patut dicermati. Yang mencengangkan bukan saja ajarannya tapi bagaimana mereka mampu meraup anggota yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Al Qiyadah Al Islamiyah misalnya, mengklaim memiliki hampir 50 ribu pengikut di 7 Propinsi Al Qiyadah, Kerajaan Tuhan Lia Eden, Al Quran Suci, Ahmadiyah, Komunitas Penimbrung Qur'an Sunnah, NII KW IX, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), Inkar Sunnah, Isa Bugis, Baha'i, Pluralisme Agama, JIL (Jaringan Islam Liberal), Lembaga Kerasulan dan masih banyak lagi yang lain (yg mungkin belum terendus lantaran minimnya pengikut) merupakan gejala menarik. Mirip musik atau pengobatan, mungkin ini yang disebut Aliran Alternatif. Banyak yang gampang percaya dan terpukau dengan akidah yang mereka "JUAL”. Gamang atau lemahnya iman mungkin salah satu sebab. Pun bisa jadi timbul kejenuhan terhadap agama yang mereka anut selama ini, yang mungkin bagi mereka tidak menjawab persoalan yang mereka hadapi (persoalan ekonomi, psikologis, problem sosial, dsb) Dan ketika ada yang mengajak mencoba sebuah "produk baru” meski masih menumpang agama yang telah ada (dimodifikasi) mereka pun terperosok dan ikut arus kesesatan…... selengkapnya >>>>Selasa, 30 Oktober 2007
Fenomena Aliran Sesat
Fenomena aliran sesat yang marak belakangan ini (Oktober 2007) patut dicermati. Yang mencengangkan bukan saja ajarannya tapi bagaimana mereka mampu meraup anggota yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Al Qiyadah Al Islamiyah misalnya, mengklaim memiliki hampir 50 ribu pengikut di 7 Propinsi Al Qiyadah, Kerajaan Tuhan Lia Eden, Al Quran Suci, Ahmadiyah, Komunitas Penimbrung Qur'an Sunnah, NII KW IX, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), Inkar Sunnah, Isa Bugis, Baha'i, Pluralisme Agama, JIL (Jaringan Islam Liberal), Lembaga Kerasulan dan masih banyak lagi yang lain (yg mungkin belum terendus lantaran minimnya pengikut) merupakan gejala menarik. Mirip musik atau pengobatan, mungkin ini yang disebut Aliran Alternatif. Banyak yang gampang percaya dan terpukau dengan akidah yang mereka "JUAL”. Gamang atau lemahnya iman mungkin salah satu sebab. Pun bisa jadi timbul kejenuhan terhadap agama yang mereka anut selama ini, yang mungkin bagi mereka tidak menjawab persoalan yang mereka hadapi (persoalan ekonomi, psikologis, problem sosial, dsb) Dan ketika ada yang mengajak mencoba sebuah "produk baru” meski masih menumpang agama yang telah ada (dimodifikasi) mereka pun terperosok dan ikut arus kesesatan…... selengkapnya >>>>
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar